Cedera pada anak toddler sering disebabkan oleh rasa ingin tahu anak yang tinggi. Anak batita sedang berkembang keterampilan motorik halus dan kasar. Batita senang mengeksplorasi lingkungan, seperti: berlari, melompat, berdiri pada satu kaki dalam beberapa detik dan menendang bola, membuka pintu gerbang. Sebagian besar dapat mengendarai sepeda roda tiga, memanjat tangga dan berlari cepat. Belum sempurnanya keterampila, kemampuan dengan keinginannya yang besar dapat menyebabkan bahaya cedera.
Pada masa bartita/toddler (1-3 tahun) fungsi kognitif anak meningkat dan anak sudah melatih kemandirian, seperti: belajar makan sendiri, memakai baju dan sepatu sendiri dan latihan toilet. Anak batita semakin menyadari kemampuannya untuk melakukan kendali dan anak akan puas dengan hasil yang dicapai melalui ketrampilan yang baru tersebut,. Jika anak berhasil melakukan akan membuat mereka mengulanginya, namun jika gagal dapat menyebabkan mereka bertingkah laku negatif dan tempramen yang tinggi (tanatrum/amuk) yang beresiko mengalami cedera |